Cium Tangan kyai Ciri-Ciri Santri

Bpk Presiden Joko Widodo sa'at mencium tangan Kiai Sholeh Qasim, beliau adalah seorang kyai, ulama, pejuang dan veteran yang pernah ikut ber perang untuk memerdeka kan Negara kesatuan Republik Indonesia.

Mengenal KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Abdurrahman Wahid lahir pada hari ke-4 dan bulan ke-8 kalender Islam tahun 1940 di Denanyar Jombang, Jawa Timur dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Terdapat kepercayaan bahwa ia lahir tanggal 4 Agustus

Hukum Menghajikan Orang Tua Oleh Anak Yang Belum Haji

Menghajikan kedua orang tua tentu merupakan sebuah amal kebajikan dan merupakan salah satu bukti bakti anak kepada keduanya.

Buruk Muka Regulasi Lima Hari Sekolah

Polemik soal belajar delapan jam sehari atau full day school yang diformat dalam bentuk Lima Hari Sekolah masih terus muncul di tengah-tengah masyarakat.

Meng-Indonesiakan Manusia Indonesia

Keanekaragaaman (pluralisme) budaya dan agama dalam sebuah bangsa adalah hal yang niscaya,

Pemerintah Arab Saudi Gandeng NU Kembangkan Islam Moderat

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bersama Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi, Usamah bin Muhammad mengadakan pertemuan, Selasa (14/11) di rumah Dinas Kedubes Arab Saudi Jakarta.
Komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk mengembangkan Islam moderat ditindaklanjuti oleh Usamah dengan menggandeng Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said menyampaikan komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam mengembangkan Islam moderat dapat dimulai dengan menghormati dan memberikan jaminan Kebebasan bermadzhab kepada seluruh umat Islam dunia yang melaksanakan haji dan umrah di tanah haram.

Kepada Kiai Said, Usamah bin Muhammad menyampaikan komitmen Kerajaan Arab Saud dalam mengembangkan Islam moderat. 
"Yang lalu biarlah berlalu. Mari kita bekerja sama mengembangkan Islam moderat," kata Usamah.

Sementara itu, Kiai Said mengatakan kepada Dubes Arab Saudi bahwa dirinya tidak mempersoalkan Pemerintah Arab Saudi.
“Yang saya tentang selama ini Wahabi alumni Arab Saudi yang mensyirik-syirikkan, mengkafir kafirkan, membid'ah-bid'ahkan muslim Indonesia," tegas Kiai Said.
Salah seorang Ketua PBNU H Muhammad Sulton Fatoni mengatakan, kira-kira tujuh tahun lalu Kiai Said memulai bersikap tegas dan kukuh menentang dan melawan keras Wahabi di Indonesia. 

“Selama itu pula PBNU menutup komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi,” jelas Sulton.
Hal itu, sambungnya, bermula dari peristiwa tokoh utama Wahabi berkata dan bersikap sombong dan congkak terhadap beberapa kiai saat acara resmi. Kiai Said tentu sangat geram namun masih bisa menahan diri.
“Kini ada indikator situasi di Arab Saudi membaik. Mereka bertekad mengembangkan Islam moderat. PBNU pun kembali membuka komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi,” terangnya. 

Islam moderat sudah lama dikembangkan oleh NU ke seluruh dunia untuk membangun perdamaian. Dalam hal ini, Kerajaan Arab Saudi mengakui reputasi NU sehingga perlu menggandengnya untuk mewujudkan misi tersebut secara global. (Fathoni)

Sumber : Nu.or.id

Kiai Maruf Amin: Boleh Beda Madzhab, Agama, dan Partai, Tapi NKRI Sudah Final

Tanggamus, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin mengatakan bahwa perbedaan adalah fitrah. Semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, kata Kiai Maruf Amin, setiap warga harus saling menghargai di dalam perbedaan.
Hal ini disampaikan KH Maruf Amin yang juga Ketua Umum MUI saat memberikan taushiyah pada puncak kegiatan Hari Santri Nasional 2017 Kabupaten Tanggamus di Taman Terbuka Hijau Kota Agung, Ahad (5/11).
"Kita harus menghargai setiap perbedaan baik itu beda madzhab, beda paham, dan beda partai sekalipun,” kata Kiai Maruf.
Ia mengatakan bahwa di Indonesia diskusi soal hubungan beragama dan bernegara sudah selesai. “Kita tidak boleh lagi menjadi kelompok yang intoleran dan kelompok yang menginginkan negara di dalam negara," jelasnya.
Ia menegaskan pula bahwa Indonesia sudah memiliki ideologi negara yang tepat di tengah kemajemukan yang ada di dalamnya.
"Indonesia adalah darus shulhi, negara yang dibangun atas kesepakatan anak bangsa. NKRI bagi NU sudah final," tegas Kiai Maruf. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Sumber : nu.or.id

Cium Tangan Kyai Ciri - Ciri Santri

Bpk Presiden Joko Widodo sa'at mencium tangan Kiai Sholeh Qasim, beliau adalah seorang kyai, ulama, pejuang dan veteran yang pernah ikut ber perang untuk memerdeka kan Negara kesatuan Republik Indonesia.

Untuk masyakat NU, terutama wilayah Jawa Timur tidak asing lagi siapa sosok Kiai Sholeh Qasim, ulama sepuh yang menjadi panutan umat muslim.

Beliau lahir di Sidoarjo Tahun 1930. Kiai Qosim juga adalah pengurus Pon-pes Bahauddin Al-Islami, Kiai Qosim sebagai Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur.

Pada sa'at memerdeka kan Indonesia, beliau sebagai anggota laskar Hizbullah pada tahun 1943 dalam pimpinan KH Masykur, yang berjuang pada tanggal 10 November di Surabaya.

Meski usia sudah tidak muda lagi yang kini ber umur 87 tahun, Kiai Qosim masih aktif memberikan tausiah kepada umat muslim. Beliau juga masih aktif memberikan tausiah di berbagai pengajian.

Tekad beliau berkobar ketika saudara - saudaranya yang terlebih dahulu bergabung dengan Barisan Hizbullah. Barisan Hizbullah dan Laskar Sabilillah adalah milisi para santri yang sangat kuat kala itu. Di takuti para Penjajah Belanda dan Jepang karena keberaniannya. Keberanian yang di bimbing para ulama.

Mengutip taushiyahnya pada peringatan Harlah NU ke-93 di Surabaya tahun  (2016), Kiai Sholeh memaparkan, ulama-ulama pesantren pada jaman itu adalah manusia-manusia luar biasa dalam soal ke’aliman dan karomahnya. Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Hasbullah, Syaikhona Kholil dll

Pada sa'at itu kiai - kiai pesantren berinisiatif mendirikan lembaga NU (Nahdatul Ulama)dan ikut serta untuk memerdeka kan Republik Indonesia. Mereka adalah min auliyaa-illah, kesayangan Allah. Jika ada yang macam-macam dengan NU (Nahdatul Ulama)dan Negara Republik Indonesia, Allah yang maha kuasa pasti tidak akan membiarkanya”, saut Kiai Sholeh, Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim.

Sumber : Berbagai media

By : Aang Jalaludin

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com