Agar Islam Nusantara Diterima Generasi Milenial, Ini Caranya

Tangerang Selatan, NU Online Ada yang menilai Islam Nusantara sebagai model ekspresi keislaman yang kuno dan jadul. Mengapa? Karena biasanya Islam Nusantara selalu diasosiasikan dengan peci hitam, sarung, orang-orang tua, tidak kekinian,

Rahasia Menjadi Manusia Kokoh Iman

Iman seseorang kadang meningkat, terkadang bisa juga mengalami penurunan. Namun, seorang Muslim bisa meningkatkan dan mengokohkan kondisi iman tersebut dengan beberapa cara.

Gerhana Bulan Total Terjadi 28 Juli, Ini Data Lembaga Falakiyah PBNU

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa peristiwa gerhana bulan total (GBT) kembali bisa disaksiakan pada Sabtu, 28 Juli 2017. Fenomena alam ini terjadi mulai dini hari melewati beberapa fase.

Mahfud MD: Keselamatan Negara Lebih Penting Ketimbang Cawapres

Mahfud MD tampak sedikit tertegun saat ditanya kemungkinannya mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilu 2019.

Habib Hasan Majelis Nurul Musthofa Jelaskan Resep Agar Taqwa

Setiap orang yang hidup di dunia ini, hanya mempunyai satu tujuan, yaitu mengenal Allah SWT yang Maha Agung.

Habib Hasan Majelis Nurul Musthofa Jelaskan Resep Agar Taqwa

Setiap orang yang hidup di dunia ini, hanya mempunyai satu tujuan, yaitu mengenal Allah SWT yang Maha Agung. Dan cara untuk mengenal Allah SWT harus diawali dengan bertaqwa. Hal itu disampaikan oleh Al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf dalam acara “Tabligh Akbar Cikini Bershalawat” yang digelar oleh Majelis Nurul Musthofa di Cikini pada Sabtu (14/7) lalu.

”Dari awal hingga akhir kita ada di tempat ini hanya satu nasihat dari Allah yang datang untuk kita semua, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Di mana pun kita berada, inti dari segalanya adalah taqwa,” ucap Pembina Majlis Nurul Musthofa itu.

Ada empat perkara, menurut Habib Hasan, yang menjadi landasan berproses setiap orang dalam menjalani taqwa kepada Allah.

Pertama, terangnya, setiap orang harus tawakkal kepada Allah, berserah diri kepadanya.

”Seseorang harus bertawakkal, menyerahkan diri kepada Allah bahwa dirinya hamba Allah yang hina, tidak punya apa-apa. Tidak ada hamba yang sempurna di muka bumi ini melainkan junjungan Nabi Muhammad SAW. Alamat setiap manusia itu tidak luput dari dosa dan kesalahan. Maka dari itu perbanyaklah berdzikir kepada Allah SWT,” tuturnya.

Kedua, harus qana’ah, memperbanyak syukur kepada Allah SWT.

“Kita hidup jangan kebanyakan ngeluh terus. Perbanyaklah bersyukur dengan mengucapkan alhamdulillah.Hiduplah seadanya, enggak boleh cari yang enggak ada, apa-apa yang sudah Allah kasih, itulah yang terbaik,” cakapnya.

Ketiga, dalam menjalani proses taqwa kita harus berhati-hati kepada orang-orang yang berusaha membujuk kita untuk menjauh dari Allah SWT.

“Kita harus berhati-hati kepada orang-orang yang membujuk kita untuk menjauh dari Allah SWT. Ulama dan Habaib kita itu cinta maulid dan shalawat, karena ini adalah jalannya Nabi Muhammad. Jadi, kalau ada orang yang tidak suka dengan shalawat dan maulid, berarti dia tidak cinta dengan Nabi Muhammad. Berhati-hatilah! Jangan sampai karena uang, kita lepas kalimat tauhid dan ajaran junjungan kita Nabi besar Muhammad,” tuturnya.

Terakhir, katanya, dalam menjalani proses taqwa kepada Allah adalah kita harus yakin kepadanya.

“Ingat! Kita harus yakin kepada Allah SWT. Saat kita senang dan susah, semua itu adalah pemberian Allah. Berarti saat kondisi apapun kita harus ingat dan yakin kepada Allah. Inilah ajaran Al-Habib Ali bin Husein Al-Habsyi, inilah ajaran Habib Usman bin Yahya, inilah ajaran Habib Husein bin Abu Bakar Al-Idrus, inilah ajaran guru-guru kita semua,” ucapnyanya.

Menurutnya, menjalani empat perkara ini adalah cara yang harus ditempuh bagi setiap orang yang ingin bertaqwa, agar dapat mengenal Allah SWT.

“Empat perkara dari ucapan saya ini dipegang baik-baik agar kita mengerti perjalanan hidup ini. Intinya adalah jangan jauh-jauh dari Ulama dan Habaib,” pungkasnya.

Pada acara ini, para tamu yang hadir di antaranya adalah Al-Habib Abdullah bin Ja’far Assegaf, Al-Habib Musthofa bin Ja’far Assegaf, Al-Habib Qasim bin Ja’far Assegaf, Al-Habib Amin Al-Habsyi, serta para tokoh setempat dan ribuan jamaah se-jabodetabek. (Ahmad Rifaldi/Abdullah Alawi)

Sumber : Nu.or.id

Rahasia Menjadi Manusia Kokoh Iman

Iman seseorang kadang meningkat, terkadang bisa juga mengalami penurunan. Namun, seorang Muslim bisa meningkatkan dan mengokohkan kondisi iman tersebut dengan beberapa cara.

Dalam hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim memaparkan lima cara atau langkah yang dapat dilakukan manusia untuk mengokohkan iman.

“Salah satunya ialah Anda harus yakin kepada Allah SWT, bukan pada diri sendiri,” ujar Kiai Luqman dikutip NU Online, Senin (16/7) lewat akun twitter pribadinya @KHMLuqman.

Penulis buku Jalan Hakikat ini menerangkan, rasa kokoh iman yang tak tergoyahkan bisa dapatkan manusia apabila:

1. Anda yakin kepada Allah, bukan pada diri
2. Puas dan cukup kepada Allah bukan makhluk-Nya
3. Husnudzon kepada Allah
4. Ridho dan syukur pada takdir Allah
5. Mencintai Allah dan mencinta yang dicintai-Nya

Kiai Luqman menegaskan, menggantungkan nasib pada situasi dan kondisi, pada fasilitas dan materi, pada khayalan dan impian, bahkan pada alam dengan gejala perubahannya adalah bentuk penyembahan pada nafsu dan berhala-berhalanya. (Fathoni)

sumber : NU.or.id

Mahfud MD: Keselamatan Negara Lebih Penting Ketimbang Cawapres

Mahfud MD tampak sedikit tertegun saat ditanya kemungkinannya mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilu 2019. 

Itu terjadi saat mantan Ketua MK RI itu menanggapi pertanyaan hadirin dalam Halal bi Halal dan Dialog Interaktif di Aula Lantai II PCNU Pamekasan, Rabu (18/07) siang.

Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu terlihat menanggapi dingin pertanyaan terkait kemungkinannya menjadi cawapres. Sebab baginya, itu tidak begitu terlalu penting.

"Keselamatan negara lebih penting dari sekadar jabatan wakil presiden. Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan bangsa ini," ujar Profesor Hukum Tata Negara kelahiran Madura 61 tahun silam itu.

Mahfud meminta nahdliyin tidak hanya memikirkan calon presiden maupun wakil presiden. Tapi, juga diharapkan mereka bisa menjadi pemilih cerdas dalam pemilu legislatif dan presiden mendatang.

Menurut Mahfud, salah satu hal yang bisa dilakukan oleh siapapun dalam memelihara keselamatan negara ialah dengan tidak diam terhadap perilaku politik uang. Jika kita menjadi sasaran politik uang, kata Mahfud, jangan sampai menerimanya.

"Lebih-lebih jangan sampai menjadi pelaku money politic. Sebab, itu mencederai nilai-nilai kebangsaan. Dalam agama juga dilarang keras karena masuk katagori suap," tukasnya. (Hairul Anam/Muiz)

Sumber Nu.or.id
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com